Tentu kejadian di atas hampir mustahil kembali terjadi pada diri kita sekarang ini. Perampokan mungkin terjadi, tetapi tak ada lagi yang mau merampok buku, kalau pun ada, hampir dapat dipastikan tak ada seorangpun lebih merelakan kehilangan seluruh uangnya dibanding sebuah buku kesayangannya. Mengapa Imam Syafei bersikap demikian? Buku, baginya adalah harta yang tak ternilai harganya. Buku, baginya adalah teman karib yang tentu saja melebihi berapapun banyaknya uang. Buku, baginya adalah hidup dan kehidupannya.
Nah, bagaimana dengan kita sekarang ini memandang buku? Kebanyakan kita hanya menjadikan buku sebagai pajangan belaka. Buku hanya menjadi bahan pinjaman dan hampir kita tidak berani membelinya. Kurangnya minat baca adalah pangkal “kebencian” kita pada buku. Apalagi jika kita menengok perpustakaan yang penuh dengan buku (juga yang kadaluarsa) yang berdebu tanpa pernah tersentuh yang memang tak pernah habis jari tangan untuk menghitung banyaknya pengunjung perpustakaan setiap harinya.
Program pengadaan buku semisal Bos Buku terhanya hanya bersifat kuantitas dan penjejalan buku kepada siswa. Tentulah akan berdayaguna jika program itu disandingkan dengan peningkatan minat baca. Bukan hal yang baru jika sekarang ini sekolah-sekolah dan beberapa sekolah tinggi penuh dengan buku tapi hanya sebagai penghias tanpa ada keseriusan untuk membacanya. Tumpukan buku baru dan lama masih utuh tak tersentuh. Lebih sialnya lagi kalau buku dianggap sebagai benda yang menjengkelkan karena hanya memenuhi lemari dan rak, tinggal menunggu untuk dibuang.
Sudah saatnya kita “memaksakan” diri untuk cinta kepada buku. Awalnya tentu sulit untuk dilaksanakan, namun jika kita bertahan dengan kesulitan itu satu dua bulan tentu akan mudah dan menjadi kebiasaan dalam membacanya. Jika, membaca sudah menjadi kebutuhan maka kecintaan terhadap buku akan tumbuh dengan sendirinya. Mari kita bermesraan dengan buku, dan tunggu janin yang akan kita peroleh yakni keberhasilan yang normatif. Kita tak perlu bersikap Imam Syafei sekarang ini, tapi kesungguhan kita untuk menambah wawasan keilmuan kita dengan buku, Insya Allah akan menjadikan kita berada pada barisan Imam Syafei dan orang-orang yang cinta ilmu. Sekian.

